hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan dimenangkan

Bagai api dalam sekam, sesekali tertiup angin kencang akan berkobar. Tentu masih lekat dalam ingatan, tragedi serangan berdarah terhadap Ahmadiyah di Pandeglang Banten. Kemudian di Temanggung Jawa Tengah kerusuhan massa atasnama agama juga terjadi. Bayang-bayang konflik horisontal ditengah perbedaan keyakinan tumbuh bersifat laten. Sedikit saja perbedaan dipersoalkan dan dipertentangkan, efek sampingnya akan merunyam menjadi api konflik. Ketika api konflik berkobar, kerap kekerasan massa tak terhindarkan.

Karena bayang-bayang konflik itu bersifat laten, potensi kobaran konflik bisa merunyam kapan saja. Selain konflik Ahmadiyah, belakangan muncul potensi konflik baru yang tak kalah berbahayanya. Kelompok Islam yang menamakan dirinya Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) yang berpusat di Solo sedang dipersoalkan. Materi dan metode dakwa MTA dinilai provokatif dan kurang menghargai perbedaan fiqhiyah serta cendrung melecehkan. Setidaknya demikian Pengurus Cabang NU Purworejo menilai. (Suara Merdeka, 01/042011).

Bahkan beberapa hari lalu telah digelar Rapat Koordinasi (Rakor) menyikapi keberadaan MTA di Purworejo. Rakor itu difasilitasi Kementerian Agama. Sejumlah pihak yang hadir dalam rakor itu diantaranya, Pengurus Cabang NU Purworejo, Pengurus Daerah Muhammadiyah, pihak pemerintah, polres, MUI, dan FKUB. Bahkan Pengurus Cabang NU Purworejo telah mengeluarkan surat pernyataan sikap menolak MTA di daerahnya. Serta ada sembilan kiai pengasuh pondok pesantren di Purworejo yang ikut menandatangi surat pernyataan sikap tersebut. (Suara Merdeka, 01/042011).

Meski penyikapan terhadap MTA telah mengunakan jalur formal, melibatkan pihak pemerintah dan keamanan. Bukan berarti potensi api konflik tidak mungkin berkobar. Mengingat pihak keamanan atau pemerintah belum terbukti kuat mengantisipasi terjadinya konflik terbuka (kekerasan massa) dibalik pertentangan keyakinan. Kasus berdarah Pandeglang dan Temanggung adalah fakta teranyar yang bisa kita saksikan. Bahkan akibat kasus berdarah Pandeglang kepolisian setempat seperti kebakaran jenggot.

Mencermati perkembangan jumlah Jamaah MTA tampaknya semakin besar. Di Solo setiap Ahad pagi, sebelum acara pengajian dimulai, selalu ada peserta baru yang hadir. Hal itu bisa diketahui karena setiap peserta baru diberi kesempatan untuk menyampaikan komentarnya mengapa tertarik dengan MTA. Simpati masyarakat terhadap MTA terus menanjak. Bahkan di Purwodadi ditemui keluarga nahdliyyin tulen yang rela bermusuhan dengan keluarganya sendiri setelah memilih ikut MTA.

Terlepas dari kandungan dakwah yang dikembangkan MTA, apakah menanamkan semangat ekslusivisne atau tidak? Melihat kenyataan semakin meningkatnya jumlah Jamaah MTA, yang tentunya semakin dibarengi dengan penghayatan mendalam oleh para jamaahnya. Sementara kelompok diluar MTA saat ini telah melakukan penyikapan serius, mereaksi posisi MTA. Pada situasi seperti ini api konflik terbuka gampang terpantik. Karena setiap alam bawah sadar masyarakat pasti diwarnai semangat fanatisme kelompok. Mungkin awalnya hanya persinggungan konflik bersifat antar individu, tapi pada akhirnya bisa membesar.

Disisi lain, berkembangnya media publik seperti internet tampaknya juga akan memperkeruh suasana. Lewat jejaring sosial seperti facebook atau blog setiap orang berkesempatan melakukan perang argumen dan konflik wacana yang sulit dikendalikan. Karena dalam perang argumen di dunia maya tidak ada pihak yang bisa memediatori. Dunia maya tak ubahnya hutan rimba. Karena setiap orang bisa memiliki akun pribadi untuk melancarkan argumen. Meski mereka tidak saling berhadap-hadapan secara nyata, konflik yang terjadi sudah mulai memasuki tahap terbuka. Dan fakta perang opini dalam kasus ini sudah cukup banyak penulis temui.

Kalau dilihat dari sisi kandungan dakwah yang dikembangkan MTA, serta motede dakwahnya yang tersalur langsung melalui perangkat modern, sekaligus ditopang oleh infrastruktur yang kuat. Potensi lahirnya konflik terbuka sangat memungkinkan terjadi. Karena secara tidak langsung posisi MTA berseberangan dengan paham dan tradisi yang selama ini dipegang kuat oleh warga NU serta kelompok masyarakat abangan dalam istilah Clifford Geertz. Seperti penolakan terhadap kepercayaan akan benda-benda yang dianggap keramat semacam keris dan jimat. Bahkan menurut isu yang bekembang, MTA telah meminta jamaahnya yang memiliki benda-benda tersebut untuk membakarnya.

Warga NU dan kelompok abangan di Indonesia teridentifikasi sebagai kelompok masyarakat yang cukup kuat membela keyakinan tradisinya. Serta jumlahnya sangat besar. Meski di kalangan anak-anak mudanya NU sudah banyak yang berfikir moderat, toleran dan pluralis, tidak ada jaminan masyarakat NU di lapis bawah untuk tidak bergerak keras dan terlibat konflik terbuka. Begitu juga dengan kelompok masyarakat abangan yang jumlahnya banyak bersebaran di Yogyakarta dan Solo. Mereka memiliki kesadaran merawat tradisi tanpa kompromi. Sementara sepak terjang MTA semakin kuat. Sehingga potensi konfliknya bisa cukup parah.

Sementara dilain pihak, Umaruddin Masdar (2011) pernah mengemukakan, bahwa dibalik berkembangnya kelompok Islam yang relatif baru tidak terlepas dari backing intelejen. Jika dibalik MTA juga terdapat orang-orang intelejen, kemungkinan meledaknya konflik dibalik penyikapan terhadap MTA potensinya semakin besar. Karena hal itu bisa berkelidan dengan banyak hal, seperti politik. Beranjak dari rilis berita dua media terkemuka di Australia, pemerintahan SBY pernah mengunakan intelejen untuk memata-matai lawan politiknya. Dengan teori konspirasi hal itu bisa lebih jauh diurai, apa ada kendali politik turut bermain dibalik MTA. Kantor megah yang berdiri di Solo dan diresmikan langsung oleh SBY adalah fakta yang bisa ditelusuri lebih jauh. Adakah semuanya berhubungan dengan pemerintah?

Dalam situasi ini semua pihak perlu bertindak lebih hati-hati dalam mengambil sikap. Baik warga NU yang telah menyatakan sikap menolak serta Jamaah MTA pula. Tindakan yang dimungkinkan melahirkan konflik terbuka sedini mungkin semestinya dihindari. Jangan tiup api dibalik kasus MTA ini menjadi berkobar besar. Merunyamkan keadaan. Diakhir tulisan ini saya akan mengutip apa yang pernah dituliskan Musa Asy’arie (Perilaku Keagamaan dan Filsafat Berbangsa, 2011), “…diperlukan tingkat kematangan pemikiran yang memadai dan kemampuan intelektual yang matang untuk menerima berbagai ragaman pluralitas, sehingga konflik tidak menjadi kekuatan yang destruktif.” [Fathor Rahman MD]

Comments on: "Waspadai Api Dibalik Kasus MTA" (23)

  1. analisinya bagus. Namun satu hal yang saya tidak melihat apakah saudara penulis pernah menghadiri langsung pengajiannya sehingga tidak memperoleh infomasi bias yang hanya didapat dari koran atau media lain. Karena sudah lazim diketahui, media2 itu punya kepentingan juga, baik yg pro atau yang kontra.
    Ini juga menunjukkan kebodohan umat hasil jajahan belanda selama 3 abad lebih. Umat islam jadi bodoh karena termakan hasutan belanda bahwa alquran hanya untuk dibaca tok, tidak untuk dipelajari ayat2nya padahal jelas2 ada ayat yag demikian bunyinya. COba liat bagaimana kartini menentang kondisi mengenaskan seperti ini, melihatnya masyarakata di sekitar hanya melihat alquran sebagai bacaan, lantas apa bedanya dengan ALKORAN?
    Satu hal lagi, kalo masih ribut dengan yg seperti ini, kapan negara ini bisa maju? malu juga dilihat oleh orang2 kafir disekitar kita. Bahkan ada yang memiliki pandangan, orang mau berbuat baik kok dicurigai?
    wassalam

  2. Sayapernah hadir dalam pengajian ahad pagi MTA dua bulan yang lalu. Saya juga membuka situs resmi MTA. Tapi saya tidak berani berpendapat apakah provokatif atau tidak. karena hal itu sangat riskan orang memandang dan menilai saya sebagai kelompok tertentu. dan dalam tulisan saya di atas juga tidak berpendapat apakah MTA provokatif atau tidak. alam demokrasi “menghalalkan” semua kelompok hidup berkembang. tapi ketika satu sama lain tidak bisa saling menghargai, konflik akan benar-benar terjadi. apa yang saya tulis adalah pendapat pengurus NU Purwerejo, yang saya kutip dari harian suara merdeka. saya hanya berbicara dalam konteks kemungkinan konflik terbuka.

    tapi ada yang perlu saya kemukakan atas komen panjenengan, tekanan pendapat jenengan pada tulisan “Umat islam jadi bodoh karena termakan hasutan belanda bahwa alquran hanya untuk dibaca tok, tidak untuk dipelajari ayat2nya padahal jelas2 ada ayat yag demikian bunyinya”. pertama saya sepakat al-qur’an memang tidak sekedar hanya wajib dibaca saja. tapi perlu disadari bahwa untuk mempelajari ayat-ayat al-Qur’an tidak boleh serampangan dan asal menafsir. ada syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang dalam menafsir al-Qur’an. seorang mufassir harus menguasai beberapa syarat. kalo sekedar baca terjemahan, lalu berdakwah saya tidak tahu harus berbicara apa. tapi terserahlah. saya tidak punya hak “menghakimi”.

    di sisi lain, ada yang perlu diperhatikan ketika kita memasuki dan meyakini kebenaran atas kelompok tertentu belakangan ini. yakni semangat politik beragama bukan murni benar-benar beragama.

  3. Terimakasih atas tanggapannya. Semoga menjadikan umat semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan pandangan. Saya sepakat bahwa untuk menafsirkan diperlukan sejumlah prasyarat untuk menjadi mufassir.

    Saya beberapa kali hadir dalam pengajian umum yang diadakan setiap ahad pagi di Solo. Dalam penyampaiannya, MTA tidaklah menafsirkan alquran karena menyadari kapasitasnya bukan disitu. Hanya saja mungkin karena namanya, orang lantas menerjemahkan bahwa MTA adalah majlis pengajian yang membuat tafsir ‘lagi’. Pokok yang disampaikan adalah mempelajari tafsir yang sudah ada agar masyarakat semakin terbiasa dengan mempelajari intisari alquran. Beberapa tafsir yang saya tahu untuk rujukan adalah ibnu katsir, ibnu abbas, dan jalalain.

    Sedang materi pengajian yang disampaikan diluar pengajian umum itu, kabarnya ada juga kajian rutin di setiap cabang yang materinya bisa akhlak, muamalah, sholat, tarikh, dan bab-bab lain yg sudah lazim dibahas dalam kutubussittah.

    Adapun tentang ada umat yang menjadikan alquran ‘hanya’ sebagai bacaan, saya merujuk pada buku sejarah karangan ulama dan pelaku sejarah Ahmad Mansyur Suryanegara, judulnya Api Sejarah 1 & 2. Di sana banyak diungkapkan kelakuan dhalim kaum kafir hingga memutarbalikkan fakta sejarah sehingga umat islam indonesia belakangan ini kurang begitu memahami bagaimana para ulama dan umat islam terdahulu (abad 17-20) mengelola negeri ini.

    Sekali jazakallah khairon katsira.

    wassalam

  4. Inilah alasan mengapa MTA ditolak dan dianggap sesat;
    1.Sangat antusias bila ada kaitannya dg tradisi.Gini bid’ah Gitu syirk.MTA gampan amburadul dlm dakwahnya.
    2.Mempunyai slogan “KEMBALI PADA AL QURAN DAN HADITS”,namun tak mampu utk menjelaskan bagaimana solusi terbaik utk tidak menentang ormas terbesar (NU).
    3.Pada gerakan orang bawah(grass root),org MTA lebih kolot dlm agama yg berakibat fatal pada kebencian tradisi.inilah yg paling membahayakan.
    4.Selalu gampan mengatakan Kafir-Syirik-Bid’ah pada muslim lainnya.
    Dan masih banyak lagi alasan kenapa MTA begitu dibenci oleh masyarakat,yang terutamanya tradisionalis (orang yang memegang tradisi setempat). bila ada kaitannya dg tradisi.Gini bid’ah Gitu syirk.MTA gampan amburadul dlm dakwahnya.
    2.Mempunyai slogan “KEMBALI PADA AL QURAN DAN HADITS”,namun tak mampu utk menjelaskan bagaimana solusi terbaik utk tidak menentang ormas terbesar (NU).
    3.Pada gerakan orang bawah(grass root),org MTA lebih kolot dlm agama yg berakibat fatal pada kebencian tradisi.inilah yg paling membahayakan.
    4.Selalu gampan mengatakan Kafir-Syirik-Bid’ah pada muslim lainnya.
    Dan masih banyak lagi alasan kenapa MTA begitu dibenci oleh masyarakat,yang terutamanya tradisionalis (orang yang memegang tradisi setempat).

  5. inna diina ‘indallahil islam (al-ayah), seharusnya kita sadar hanya islam din yang asli diterima disisi Allah, jadi mestinya tidak usah meributkan agama, toh agama dari bahasa sanksekerta yang maknanya a=tidak gama=kacau jadi agama dalam arti bahasanya tidak kacau (teratur), lagian kewajiban kita sebagai al-mudhakir hanyalah memperingatkan=memberi peringatan karena peringatan itu sungguh berguna, engkau hanyalah mudhakir, tidak ada padamu kekuasaan atas mereka, …. tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

  6. Maaf, kalau membaca tulisan ini, apakah tulisan di atas justru tidak mengandung provokasi? Kalau ingin tahu lebih banyak tentang suatu kelompok, datangi langsung yang bersangkutan, tanyakan langsung pada pimpinannya, jangan asal beropini.
    Buat saudara Anam, silahkan datangi langsung majelisnya, temui pimpinan pusat, ingatkan dan luruskan dimana letak kesalahan toh MTA selalu terbuka untuk siapa saja dan mau menerima koreksi dari siapapun

  7. bagus dan sesuai kenyataan pendapat mas anam

  8. jangan mengarang tanpa dasar kebeneran karena bisa menimbulkan fitnah

  9. MTA ,NU,MUHAMMADIYAH,LDII smua itu hanya wadah untuk mengkaji kitab alquran..kbnyakan individu itu fanatik dlm wadahnya,tdk mngetahui ajaran yg dsampaikannya.bhkan org2 abangan yg msh nguri2 warisan nenek moyang blg islam MTA,islam NU dll pdhl islam itu 1..gk usah berdebat seakan2 bnr sndiri.kita smua ini hanya menunggu bkn dtunggu.jgn menghakimi aliran2 yg tdk cocok dgn pemahaman diri sndiri bacalah surah AT-TIn ayat trakhir. itu sdh ckp untuk kita jgn sok jago.klo yg bnr disisi ALLAH itu MTA y biarlah yg lain msuk neraka bgtu jg sbaliknya dgn yg lain.kita bljar dlm berbeda wadah itu pun tdk merugikan wadah yg lain,,beda dgn KIAI MARZUKI yg menghina UZTADZ SUKINO..dgn sebutan ASUKINO…itu cermin tdk baik masa KIAI kok menghina orang dsamakan ASU (anjing).apakah itu tabiat seorang ULAMA…???

  10. Ini membuktikan bahwa Al Quran bukan wahyu dari Allah. Karena Al Quran dibuat oleh manusia dengan tafsir sendiri-sendiri. Terjadi pertentangan antara ayat-ayat Al Quran,sungguh Kitab yang membinggungkan umatnya.

    • hamba allah said:

      waduh,ente salah masuk bro…
      omongan anda lbh menyakitkan org islam.
      ente carh tau aja tuhan ente yang mana.
      bapa allah,tuhan yesus,pa roh kudus.
      agama it pst py tuhan 1 kenapa ente percaya 3tuhan.

  11. @ Bumi : anda non muslim ya? Kafir Ya ? Kok malah menyalahkan Al Qur’an? Apa tidak takut dosa?

  12. Bagus Ketowo said:

    Mentang2 jadi paham arus besar maunya ngelibas paham arus kecil

  13. Kalau ini pendapat MTA tentang yang diharamkan Allah jika manusia memakannya dan dijabarkan dalam tafsir buatannya

    Tafsir MTA surat al-Baqarah : 173

    Terjemah surat al-Baqarah : 173
    Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Baqarah : 173)

    Tafsir MTA memulai uraian tafsirnya dengan mengaitkan ayat ini dengan ayat-ayat Qur’an Surat:
    al-An’am: 145, al-Nahl: 115, al-Maidah: 3,
    kemudian menyimpulkan dengan Kesimpulan:
    Menilik ayat-ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa yang diharamkan Allah jika manusia memakannya hanya empat macam tersebut di atas. Oleh karena itu jangan ada manusia di mana saja dan kapan saja berani-berani menambah dari yang 4 tersebut. Karena dengan tandas pula Allah telah menjelaskan bahwa perincian itu adalah empat, seperti firman-Nya di surat Al An’am ayat 119.
    Artinya:
    Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (Al An’am ayat 119)
    Dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan:
    Akal siapakah yang membenarkan penambahan dari yang 4 macam yang diharamkan oleh Allah, bagi manusia yang memakannya?

    Untuk memperkuat hujahnya, MTA menyitir beberapa ayat dalam Al-qur’an surat:
    Al-Maidah: 87, Al-Nahl: 116, Yunus: 59, Al-A’raf: 32 yang diikuti dengan mengajukan pertanyaan:

    Dan masih beranikah manusia mengada-adakan atau berdusta atas nama Allah?

    Kemudian guna menguatkan hujahnya tentang ‘mengada-adakan’, MTA menyebutkan beberapa ayat Qur’an surat:
    QS. Al-A’raf: 37, Al-An’am: 21, Al-An’am: 93, Al-An’am: 144, Al-An’am: 157, Yunus: 17, Hud: 18, Al-Kahfi: 15, Al-Kahfi: 57, Al-Ankabut: 68, Al-Shaff: 7, Al-Sajdah: 22, Al-Zumar: 32.

    Sampai akhirnya pada pernyataan:
    Ada sementara orang yang mendasarkan penilaian haram-tidaknya makanan berdasarkan kriteria menjijikkan atau tidak makanan tersebut.

    Yang diperkuat dengan ayat: Al-A’raf: 157 yang dijelaskan dengan penjelasan sebagai berikut:

    Dalam ayat ini terdapat kalimat, “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik” (wa yuhillu lahum al-thayyibat), dan “Dan mengharamkan bagi mereka yang buruk-buruk” (wa yuharrimu ‘alaim al-khabaits). Banyak orang yang keliru memahami kalimat ini hingga memasukkan selain 4 hal yang diharamkan di atas sehingga memasukkan apa saja yang dipandang buruk. Hal ini tidak bisa dipakai dasar karena jika digunakan maka terjadilah perbedaan hukum atas hal atau sesuai yang sama. Contoh kasus ‘katak’. Katak di daerah Jawa Tengah dipandang menjijikkan, oleh karenanya dipandang haram memakannya. Hal ini berbeda dengan Cina yang memandang katak tidak menjijikkan, dan karenanya tidak haram atau halal. Jika kriterianya adalah “menjijikkan”, maka jelas dari kasus katak ini terdapat dua hukum yang berlawanan, yakni haram di Jawa Tengah, dan halal di Cina. Oleh karena itu, yang dimaksud ‘al-thayyibat’ dalam ayat di atas adalah “barang-barang/makanan-makanan yang dihalalkan,” sedangkan ‘al-khabaits’ adalah “makanan-makanan yang diharamkan.”
    Wal hasil yang haram itu hanya 4 macam. Apakah itu sesuai dengan selera manusia atau tidak, tetapi bagi konsekwuensi logisnya seseorang yang beragama Islam, maka selera dirinya harus tunduk kepada tuntunan Allah dan bukan sebaliknya. Dan yang lebih aneh lagi kalau orang kafir jahiliyah dahulu merasa putus asa terhadap agama Islam karena agama Islam mengharamkan makanan yang dimakan oleh manusia hanya 4 macam, tetapi orang-orang yang mengaku beragama Islam jaman sekarang ada yang naik pitam karena yang diharamkan oleh Allah hanya 4 macam.
    Kedudukan hadis yang diakuinya sahih, Benar hadis-hadis ini memang sahih, tetapi lantaran al-Quran telah membatasi hanya 4 macam makanan yang diharamkan tersebut, maka “… mungkinkah Nabi menambahnya?” tidak mungkin Nabi menambah selain 4 macam tersebut.

    sumber: http://arno.uvt.nl/show.cgi?fid=121531

  14. Bro…. kalau kamu meyakini adanya SURGA dan NERAKA pasti kamu akan saling menghormati pendapat orang lain dan tidak saling menyalahkan. Sebab kita nanti akan di mintai pertanggung jawaban di akhir nanti apa yang kita perbuat… dan semuaiti akan di tanggung sendiri-sendiri….

  15. Jangan bicara sebelum tahu yg sebenarnya.daripada jd fitnah.

  16. Sabar

  17. Kalem

  18. klo pengen jelas dtng lngsng ktmptnya tnyakn kbnrnnya,jgn ngedumel d belakang katro.

  19. Semua umat islam 1 tujuan utama yaitu mencarI RIDHO ALLAH.
    Semua omongan, tindakan akan di mintai pertanggung jawaban, mulut siapa yang asal bicara tanpa dasar, dusta, apalagi seorang tokoh yang menjadi panutan umat ( yang masih abangan). apalagi mengobarkan permusuhan tunggu saja adzab Allah.
    jaga mulut masing2.
    Jangan ada maksud lain dalam berdakwah mencari massa, cari duwit, kekuasan dll.
    Bagi mas yang non muslim jangan berkomentar.

  20. saya menjadi warga MTA sejak kelas dua SMP tahun 1982 sampai sekarang tetap istiqomah, insya Allah sampai akhir hayat……amin,

  21. ali Farihin said:

    sebaiknya saling menghormati satu sama lain…jangan ada yang merasa paling benar.. sebagian besar perbedaan itu disebabkan karena beda dalam menafsirkan sebuah ayat… jangan terlalu mengandalkan otak jika berbicara Al-Qur’an.. ingat , itu kalam Ilahi..semua ahli tafsir yang hebat hebat itu selalalu mengatakan Wallahu ‘alamu bisshowaf..

  22. Bagi yang umat islam yang belum mengerti betul tentang MTA, lebih baik tabayun dulu, kita umat islam saudara. kita jaga kerukunan. masalah perbedaan pemahaman itu biasa.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: