Fathor Rahman MD

hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan dimenangkan

Terbukti, Berhenti Merokok Bisa Mendaftar Naik Haji

Sukamto bukan orang penting di republik ini. Ia hanya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Usianya 48 tahun. Lelaki ramah itu beralamat di kelurahan Suryoningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Sebuah wilayah keluarahan yang berada di sisi selatan alun-alun selatan Yogyakarta. Kisah hidupnya cukup unik dan mencengangkan. Ia berhasil berhenti merokok dan menabung uangnya hingga bisa mendaftar naik haji.

Sebuah pengalaman hidup yang tak semua orang bisa melakoninya. Karena bagi banyak orang berhenti merokok adalah hal yang sulit, sedikit orang yang bisa melakukannya. Lelaki yang gemar mengumbar senyum itu telah memutuskan berhenti merokok sejak tahun 2003. Diakui oleh Sukamto, berhenti merokok butuh perjuangan yang kuat. Memerlukan niat yang teguh. Awalnya dia juga sering tak tahan godaan saat berada di lingkungan teman-temannya yang juga merokok.

IMG-20150304“Mengubah kebiasaan itu bukan suatu hal yang gampang mas, butuh niat yang kuat. Apalagi bagi perokok yang sudah sejak kecil seperti saya,” ungkapnya. Sukamto mengaku sudah belajar merokok sejak masih duduk di bangku SMP. Ketika niat sudah bulat, tak ada yang tak mungkin. Upaya Sukamto berhenti merokok sudah berlangsung 12 tahun. “Asalkan diniatkan dengan serius Insyallah bisa,” tuturnya.

Ia juga mengaku termasuk perokok berat. Dalam seharinya rokok satu bungkus tidak pernah cukup. “Padahal dulu saat masih menjadi perokok, dalam sehari saya bisa menghabiskan rokok hingga dua bungkus,” ungkap Sukamto mengenang pengalamanya. Sebelum 2003 Sukamto bukan perokok amatiran. Bagi seseorang yang merokok hingga dua bungkus dalam sehari, tentu tergolong perokok serius.

Pertimbangan Kesehatan Keluarga

Bagi Sukamto yang bekerja sebagai PNS kebutuhan membeli rokok tentu bukan hal yang memberatkan. Keinginannya berhenti merokok sama sekali bukan pertimbangan keuangan. Faktor utama yang membuat dirinya memutuskan berhenti merokok adalah kesehatan. “Saya mulai menyadari dan merasakan bahaya rokok terhadap kesehatan. Bukan hanya kepada saya pribadi tapi bagi semua anggota keluarga,” tuturnya.

Selaku kepala keluarga dia mulai menyadari secara serius untuk menjaga kesehatan anak dan istrinya. Hal itu seiringan dengan banyaknya iklan yang memberikan penjelasan akan bahaya rokok di lingkungan keluarga. Bagi Sukamto saat ingin berhenti merokok, menjaga kesehatan lingkungan keluarga adalah kewajiban. “Saya sebagai kepala keluarga tidak hanya berkewajiban memberi nafkah. Tapi menjaga kesehatan mereka dari akibat perilaku merokok yang saya lakukan juga menjadi kewajiban,” ungkapnya.

Berhenti merokok dengan alasan tidak ingin meracuni udara di lingkungan keluarganya adalah alasan mendasar bagi Sukamto. “Kalau terus-terusan saya merokok di rumah, itu kan sama halnya saya meracuni udara yang keluarga saya hirup,” jelasnya. Bagi Sukamto tak ada kata terlambat untuk berhenti merokok demi menjaga kesehatan lingkungan keluarga. “Sekarang saya merasa lebih sehat saja, itu efek pribadi yang saya rasakan,” ungkapnya. Lelaki yang sudah 13 tahun berhenti merokok itu memang tampak terlihat bugar.

Menabung Uang Rokok

Setelah berhenti merokok Sukamto mempunyai inisiatif menabung uang yang sebelumnya biasa dianggarkan membeli rokok. Rutinitas itu ia lakukan terus menerus tanpa terlalu dipikirkan. Tak ada niatan apapun dari kebiasaannya menabung uang yang sebelumnya dihabiskan membeli rokok. “Ya iseng aja, saya tetap keluarkan duit, seperti dulu waktu buat beli rokok. Tapi sekarang ditabung di rumah,” tuturnya. Ia berfikir ingin berhenti merokok dan mencoba menabung uang yang biasanya digunakan untuk membeli rokok.

Ide Sukamto sederhana, ia hanya ingin melakukan kalkulasi ekonomi dari kebiasaan lamanya. Uang rokok yang ditabung Sukamto terus mengikuti harga rokok. Meski berhenti merokok dia tetap mencari tahu harga rokok. Tak terasa sepuluh tahun lamanya kebiasaan menabung itu telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 30 juta. Itu terhitung sejak tahun 2003 hingga 2013 lalu. Dari tabungan uang rokok tersebut, pada tahun 2013 Sumanto mampu mendaftarkan diri untuk beribadah haji. Sekarang setelah mampu mendaftar haji, tak lantas membuatnya menghentikan kebiasaan tersebut.

“Saya sendiri agak terkejut, ternyata uang untuk beli rokok jika dikumpulkan jumlahnya cukup banyak. Padahal unag yang saya tabung tersebut hanya seharga satu bungkus rokok perharinya. Jumlahnya tentu semakin banyak jika uang yang saya tabungkan nominalnya setara dengan rokok dua bungkus seperti saat saya masih menjadi perokok,” ungkapnya.

Sekarang Sukamto tak lagi menabung uang di rumah.Uang rokok tersebut ditabungnya di sebuah investasi berjangka di salah satu bank swasta. Seperti dituturkan Sukamto, menurut pihak bank, jika investasi dari uang rokok tersebut terus berjalan, pada tahun 2023 Sukamto bisa memperoleh uang hasil investasi hingga 70 juta. Selain mendapat perasaan merasa sehat, Sukamto saat ini juga sudah berhasil mendaftarkan dirinya naik haji dari jatah uang yang sebelum diperuntukkan membeli rokok.

Ia berharap tetap bisa istiqomah dengan kebiasaannya tersebut. Sukamto juga ingin banyak orang yang mulai menyadari pentingnya berhenti merokok dan perlunya mengalihkan anggaran konsumtif menjadi anggaran produktif. “Uang rokok itu kan anggaran konsumtif, kalau mindsetnya sekarang kita ubah, uang konsumtif itu kita alihkan ke anggaran produktif kan lebih positif,” pungkasnya. Apa yang dilakukan Sukamto adalah hal sepele yang tak semua orang bisa melakukannya. (Fat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 15, 2015 by in Reportase.
%d blogger menyukai ini: