Fathor Rahman MD

hidup yang tak dipertaruhkan, tak akan dimenangkan

Waspada Pasangan Kecanduan Social Media

Kecanduan Social Media (Sosmed) itu sama dengan orang yang mengalami kecanduan prilaku yang lain, seperti orang yang kecanduan rokok. Orang yang mengalami kecanduan atas sesuatu, biasanya merasakan ada yang hilang dalam hidupnya jika belum melakukan sesuatu tersebut. Ia akan merasakan perasaan gelisah dan khawatir. Itu gejala umum orang mengalami kecanduan yang ditegaskan Rachmy Diana, MA., Psi. Dosen Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Ketika tidak melakukan aktivitas yang biasa lakukan orang tersebut tampak gelisah dan seperti ada yang hilang dari dirinya, itu salah satu ciri orang kecanduan,” ungkap Rachmy.yus el

Ia melanjutkan, orang yang terkategori mengalami kecanduan Sosmed setidaknya memiliki empat ciri-ciri ungkap Rachmy. Pertama, tahan secara terus menerus bermain sosmed minimal dua jam. Ketika orang sudah betah tanpa henti bermain sosmed selama dua jam itu sudah masuk kategori kecanduan. Kedua, lupa waktu akan pekerjaan yang lain. Biasanya orang yang kecanduan sosmed kehilangan kontrol atas waktu, sehingga gampang lalai pada pekerjaan lainnya. Ketiga, orang yang tidak lagi bisa membedakan dunia nyata dengan dunia maya. Keempat, memiliki akun sosmed lebih dari satu, seperti twitter, facebook, instagram, part dan semacamnya, mereka akses secara bersamaan dalam satu waktu, baik itu sekedar mengecek notifikasi atau membuat status dan mengunggah foto. Demikian ciri-ciri orang yang mengalami kencanduan sosmed tutur dosen psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menurut Rachmy kecanduan sosmed merupakan salah satu faktor resiko retaknya hubungan dalam keluarga. “Bila salah satu pasangan dalam keluarga mengalami kecanduan sosmed itu rentan menimbulkan ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Karena kecanduan sosmed itu masuk dalam kategori faktor resiko dalam hubungan suami istri,” paparnya. Ia mengatakan sebagai faktor resiko karena ada proses pengalihan fokus perhatian dalam hubungan keluarga mereka. Menurutnya, “Dalam merawat hubungan rumah tangga, pasangan membutuhkan kualitas waktu yang baik ketika bersama. Kualitas waktu itu sangat berpengaruh terhadap kualitas hubungan,” jelas Rachmy. Meski pasangan berada dalam serumah, tapi jika diantara mereka sibuk bersosmed, baik istri atau suami, tidak ada waktu khusus untuk berbagi, diantara keduanya tidak akan merasa adanya kehadiran atau perhatian dari pasangannya. Demikian tutur Rachmy.

Bagi Rachmy, hal terparah bagi orang yang kecanduan sosmed itu adalah, ketika dirinya sudah terlalu besar mengerahkan energi kognitif dan emosinya bagi teman-temannya di dunia maya, dimana orang tersebut tidak lagi bisa membedakan mana dunia nyata dan mana dunia maya. Ketika kesadaran itu tidak tumbuh dalam pasangan Anda, pasangan Anda dipastikan telah mengalami kecanduan sosmed. “Kalau pasangan Anda sudah banyak meluangkan waktu dan mengerahkan energi kognitif dan emosi untuk bersosmed itu sudah parah,” ungkap Rachmy.

Bila sudah kencaduan

Ketika pasangan Anda sudah mengalami kecanduan sosmed, cepat-cepatlah disadarkan. Dalam kasus kacanduan sosmed yang paling utama segera menyadari sebenarnya adalah pihak yang kecanduan. Namun menunggu pasangan Anda sadar bukan hal yang gampang, sehingga butuh Anda yang mengingatkan dan menyadarkan. Dalam mengingatkan tentu butuh proses yang tepat serta pola komunikasi yang baik. Berikut langkah-langkah yang tepat menurut Rachmy Diana, MA., Psi. Dosen Psikologi Keluarga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pertama, lakukan komunikasi baik-baik. Dalam memulai komunikasi menyangkut hal tersebut pilihlah suasana dan waktu yang tepat. Hindari mengingatkan pasangan Anda ketika sedang asyik bersosmed, tunggu hingga dia istirahat, misalnya ketika menjelang tidur. Usahakan dalam melakukan komunikasi tidak memperlihatkan kemarahan atau luapan emosi yang berlebih. Kedua, ingatkan pasangan Anda soal waktu dan pekerjaan lain yang merupakan tanggungjawabnya. Ketiga, ajaklah pasangan Anda untuk menimbang kembali sisi positif dan negatif dari aktivitasnya bersosmed, termasuk resiko yang telah ditimbulkannya, misalnya banyak pekerjaan keluarga yang terbengkalai. Keempat, ketika pasangan Anda sudah diajak berbicara baik-baik, tanyakan kepada pasangan Anda apa yang bisa dibantu untuk bisa lepas dari jerat kecanduanya. Kelima, buatlah kesepakatan tertentu yang bisa mendorong perbaikan kualitas waktu ketika bersama. Misalnya, aturan ketika di rumah hindari terlalu lama memegang handphone.

Keterbukaan

Dosen psikologi UIN Sunan Kalijaga tersebut juga menegaskan, di era yang sedang booming sosmed ini, pasangan suami istri harus mawas dalam sosmed bukan hanya soal kecanduanya, tapi juga celah-celah terburuk dalam bersosmed. “Bertemu orang-orang baru atau mantan pacar di sosmed itu bisa mendorong orang mengerahkan energi kognitif dan emosi secara berlebihan. Karena bertemu orang baru atau mantan pacar itu memiliki sensasinya tersendiri. Itu celah sosmed yang penting diperhatikan serius oleh pasangan yang telah menjalin rumah tangga,” ujar Rachmy.

Dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena prilaku bersosmed. Rachmy mengutarakan petingnya saling keterbukaan dalam mengunakan sosmed. “Dalam merawat hubungan pasangan itu perlu memperhatikan sisi keterbukaan, termasuk dalam mengunakan sosmed,” ungkapnya. Sisi keterbukaan yang dimaksud Rachmy dalam bersosmed adalah, pentingnya suami atau istri menceritakan siapa saja teman-teman sosmednya yang intens berkomunikasi. Bahkan Rachmy mengutarakan beberapa langkah antisipatif yang mendorong pasangan bersikap terbuka. Pertama, teman suami di sosmed harus juga menjadi teman istri. Kedua, tool relationship seperti di facebook harus digunakan. Ketiga, upayakan dalam mengunakan sosmed dengan melengkapi data diri sesuai kolom yang tersedia. Demikian Rachmy menutup perbincanganya. (fat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 17, 2015 by in Reportase.
%d blogger menyukai ini: